Sore Guys,
Kali ini saya akan memposting, bagaimana dahsyat dampak naiknya BBM di tahun 2014 ini, yaitu berkisar Rp. 8500,- . Entah apa yang di pikirkan oleh petinggi kita. Yah meskipun mereka lebih tahu, sebab akibat mengapa BBM di naikkan.Kalau ingin lebih jelasnya, ini dia....
Alasan Presiden Jokowi
Sumber : Liputan6.com
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo
menaikkan harga bahan bakar bersubsidi untuk jenis premium dan solar
masing-masing sebesar Rp 2.000 per liter. Menurut Presiden Joko Widodo
(Jokowi) langkah pemerintah menaikkan harga BBM subsidi karena selama
ini subsidi tersebut tidak tepat sasaran yang harusnya untuk pembangunan
infrastruktur.
“Selama ini pemerintah memerlukan anggaran untuk
membangun infrastruktur, namun anggaran tidak tersedia karena
dihamburkan untuk subsidi BBM,” jelas Jokowi di Istana Negara, Senin
(17/11/2014) malam.
Oleh karena itu, mau tidak mau, pemerintah
dengan terpaksa harus menaikan harga BBM Subsidi. Jokowi menaikan harga
premium sebesar Rp 2.000 per liter dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan
untuk solar juga mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000 per liter dari Rp
4.500 menjadi Rp 6.500.
Menurut Jokowi, dengan kenaikan harga
tersebut, subsidi tidak dihilangkan tetapi hanya dialihkan ke hal yang
produktif seperti pembangunan infrastruktur berupa jalan, bandara dan
juga pelabuhan.
Selain itu, pemerintah juga akan mengalihkan
subsidi tersebut langsung kepada masyarakat yang membutuhkan melalui
kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Keluarga
Sejahtera.
Menurut Mahasiswa
Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/19/083733/2752333/10/buat-mahasiswa-yang-demo-coba-disimak-alasan-bem-fe-ui-dan-unpad-dukung-bbm-naik
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi UI dan Badan Eksekutif
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD mendukung kenaikan BBM.
Mereka menjabarkan sejumlah alasan.
"Tidak ada alasan lagi untuk
tidak merealokasi Subsidi BBM ke subsidi sektor yang lebih dibutuhkan.
Sangat jelas bukti bahwa Subsidi BBM sangat tidak tepat sasaran.
Keuntungan dari Subsidi BBM hanya dinikmati oleh masyarakat yang
berpendapatan menengah ke atas. Sehingga kebingungan pun muncul ketika
ada orang yang menyuarakan 'Tolak Kenaikan Harga BBM'," demikian siaran
pers BEM FEB UNPAD, Rabu (19/11/2014).
Mahasiswa FEB UNPAD ini
tak sembarang bicara. Mereka sudah melakukan kajian melibatkan peneliti
dari Center for Economics and Development Studies (CEDS) Universitas
Padjadjaran yang pada akhirnya jatuh pada kesimpulan bahwa harga BBM
harus segera naik.
Diuraikan sejumlah temuan kerugian dengan
subsidi BBM yang besar, antara lain kerugian efisiensi (Welfare Loss)
dari Subsidi BBM sebesar Rp 64 triliun, opportunity Cost dari subsidi
BBM, subsidi BBM berdampak terhadap konservasi energi dan perubahan
iklim (Subsidi BBM merusak kredibilitas komitmen Indonesia di mata
komunitas internasional yang di sesuaikan dengan Coppenhagen Accord
Commitment).
"Subsidi BBM berdampak terhadap ketimpangan
pembangunan sejak tahun 2008 hingga 2012 menunjukkan trend peningkatan
kesenjangan pendapatan dan index Gini," urai BEM UNPAD.
Senada
dengan BEM UNPAD, BEM FE UI juga mendukung kenaikan BBM. BEM FE UI
memiliki kajian bahwa pada kenyataannnya, subsidi ini malah digunakan
oleh kiranya lebih dari 70% masyarakat mampu.
"Merekalah
masyarakat yang secara tingkat pendapatan ekonomi sanggup untuk membeli
barang pada harga pasar. Seiring waktu, konsumsi akan BBM premium kian
meningkat. Hal ini tercermin dalam anggaran negara untuk subsidi BBM
yang lebih dari 200 triliun. Sementara pembangunan produktif Indonesia
yang lain membutuhkan modal yang tidak sedikit," demikian keterangan BEM
FE UI.
Dalam keterangannya, BEM FE UI menyoroti sejumlah alasan
bahwa Subsidi BBM yang semakin membengkak telah membebani APBN dan
mengurangi fiscal space, padahal, alokasi subsidi BBM sangat timpang
dibandingkan alokasi untuk aspek lain, seperti pendidikan, kesehatan,
dan bantuan sosial.
"Subsidi BBM merupakan salah satu faktor
utama penyebab defisit ganda yang dialami oleh Indonesia, di mana dengan
mengurangi subsidi BBM, APBN dan neraca pembayaran dapat diselamatkan.
Subsidi BBM merupakan kebijakan yang mistargetted, di mana masyarakat
berpendapatan menengah ke atas mendapat porsi paling besar dari subsidi.
Subsidi BBM justru merupakan salah satu faktor penyebab semakin
besarnya tingkat ketimpangan pendapatan di Indonesia," urai BEM FE UI
menguraikan sejumlah alasan.
Search
Welcome to my blog :)
Let's begin and learn ...
Rabu, 19 November 2014
I Don't Know
Dear Guys,
Sudah lama saya tidak memposting blog ini, sudah bertahun-tahun sepertinya. Lebay! Haha. Yah itulah kehidupan, kadang dimana kita harus menghilang. Bukan menghilang sih, tapi tidak ada waktu. Hihihi. Posting kali ini, saya hanya ingin menyapa dunia maya. Dimana, tulisan saya bisa diabadikan. Cerita yang tidak bisa di ungkapkan karna tidak ada teman bicara. Tidak ada salahnya toh.Okey, selamat berposting kembali. Nantikan cerita saya yang seru ya :)
Sudah lama saya tidak memposting blog ini, sudah bertahun-tahun sepertinya. Lebay! Haha. Yah itulah kehidupan, kadang dimana kita harus menghilang. Bukan menghilang sih, tapi tidak ada waktu. Hihihi. Posting kali ini, saya hanya ingin menyapa dunia maya. Dimana, tulisan saya bisa diabadikan. Cerita yang tidak bisa di ungkapkan karna tidak ada teman bicara. Tidak ada salahnya toh.Okey, selamat berposting kembali. Nantikan cerita saya yang seru ya :)
Langganan:
Postingan (Atom)